Why Go to Church?

20 Apr

Lama saya amati, semakin hari semakin banyak rekan dan sahabat Kristiani yg memandang ibadah (ke gereja) setiap hari Minggu sebagai sesuatu yg trivial/tidak urgent/tidak penting. Sebagai seseorang yg PERNAH berada di posisi itu untuk sekian waktu lamanya, izinkan saya untuk berceloteh berbagi hikmat sejenak dari apa yg masih terus saya dalami hingga saat ini. Jika Anda sudah mahfum dengan persoalan urgensi ini namun merasa gereja Anda kurang/tidak memfasilitasi pertumbuhan iman Anda (shg Anda “malas” ke gereja), silakan klik di sini (masih dalam proses penulisan, tunggu yah.. hehe).

Why Go to Church?

Why Go to Church?

“Saya terlalu sibuk untuk ke gereja”, “hari Minggu adalah satu2nya hari saya bisa beristirahat”, “hari Minggu itu waktunya kumpul bersama keluarga/teman2”, “pacar saya hanya ada waktu buat nge-date hari Minggu”… Ya, Anda bisa punya 1001 alasan untuk tidak ke gereja hari Minggu, dan dalam pelarian Anda tsb. Anda merasa tidak ada siapa pun yg dirugikan / disakiti / dikhianati jadi premisnya adalah tidak berdosa / aman-aman saja Anda tidak ke gereja asalkan Anda sudah “berbuat baik/hidup benar”.

“Berbuat baik/hidup benar”…?

Tunggu dulu saudara… “berbuat baik/hidup benar” itu menurut standard siapa? Sungguhkah bisa selamat dgn hanya itu?

Pertanyaan ini membawa kita pada alasan pertama kita perlu ke gereja, yaitu…

1. Sola Gracia

Eph 2:8  Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
Eph 2:9  itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Ayat ini mendasari apa yg kemudian di deklarasikan bersama pada November 1999 oleh LWF dan PCPCU, dan kemudian diamini oleh the World Methodist Conference pada tahun 2006, yg berbunyi “Dalam iman kepada karya keselamatan Yesus Kristus dan bukan karena kebaikan kita sendiri, HANYA MELALUI ANUGERAH-lah kita diterima oleh Allah Bapa dan beroleh Roh Kudus, yg memperbaharui hati kita seraya memperlengkapi kita dan memanggil kita untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik.” (http://en.wikipedia.org/wiki/Sola_gratia)

Saya dengar Anda mulai berargumen dengan cerdasnya…

“Okay, keselamatan adalah anugerah dan bukan dari perbuatan baik… tp anugerah ‘kan TIDAK SAMA DENGAN gereja!”

Benar sekali, bro/sis… anugerah memang tidak sama dengan gereja. Tapi tahukah saudara, apa definisi dari “anugerah” (grace) itu sendiri? Izinkan saya mengutip dari Oxford Dictionary of English berikut ini:

2 (in Christian belief) the free and unmerited favour of God, as manifested in the salvation of sinners and the bestowal of blessings.
– n  [count noun] a divinely given talent or blessing
– n  the condition or fact of being favoured by someone

Seperti bisa kita lihat, kata kuncinya di sini adalah “being favoured by God” (disenangi Allah). Nah, bagaimana mungkin kita DISENANGI oleh seseorang (apalagi orang tsb. adalah ALLAH!) apabila kita tidak mengindahkan perintah dan larangan-Nya? Apabila kita tidak memandang perlu untuk menyenangkan hati-Nya? Apabila kita tidak peduli untuk lebih mengenal-Nya?

2. Ingat dan Kuduskanlah hari Sabat (Perintah ke-4 dari Sepuluh Perintah Allah)

Exo 20:8  Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
Exo 20:9  enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
Exo 20:10  tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan

The ten commandments / 10 Perintah Allah adalah salah satu perintah paling awal yg diturunkan TUHAN sendiri kepada umat manusia melalui Nabi Musa di gunung Sinai… dan perintah untuk menguduskan hari Sabat diletakkan pada posisi ke-4, yg mana tentu ditempatkan demikian karena urgensinya melebihi “hormatilah ayahmu dan ibumu” (perintah ke-5). Sadarkah saudara apa artinya ini?

“Tapi bro… itu kan di Perjanjian Lama! Lagian 10 Perintah itu diturunkan cuma buat bangsa Israel doank!”

Baiklah kalau Anda berpikir seperti itu… tolong tunjukkan kepada saya SATU AYAT SAJA di mana dikatakan bahwa SELURUH ISI KITAB PERJANJIAN LAMA DIBATALKAN dan hanya Perjanjian Baru yg berlaku. Adakah ayat seperti itu?

Dan mengenai “cuma buat bangsa Israel doank”, tentu ini lebih absurd lagi… karena seluruh kitab dalam Kitab Suci ditulis pada masa-masa gereja awal yg mana semuanya itu ditulis/diperuntukkan untuk umat MASA ITU (di Efesus, di Roma, di Korintus, dsb.) Apakah ini berarti seluruh isi Kitab Suci hanya berlaku buat mereka dan sudah invalid pada masa kita? Lebih jauh lagi, Anda sadari atau tidak, argumen ini secara tidak langsung melecehkan TUHAN yg Anda kasihi karena dengan demikian Anda seperti mengatakan bahwa TUHAN begitu tidak berdaya sehingga terkungkung dalam ruang dan waktu; Ia tidak omnipresent, apalagi omnipotent.

3. Menerima Firman = menerima TUHAN

Yesus mengatakan kepada ketujuhpuluh murid-nya demikian:

Luk 10:16  Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.”

Dan itu berlaku untuk SETIAP SERMON/KHOTBAH yg coba disampaikan kepada kita oleh para Imam/Pastor/Pendeta/Evangelist di gereja setiap hari Minggu.

Begitu banyak orang tidak menyadari kebenaran ini dan memilih untuk melakukan aktivitas lain ketimbang datang bersekutu 2 jam memuji TUHAN dan mendengarkan Firman. Mereka merasa RUGI WAKTU jika harus menyerahkan 2 jam yg berharga begitu saja hanya untuk sesuatu yg “tidak konkret”. Mereka lupa bahwa sesuatu yg “tidak konkret” itu adalah YANG EMPUNYA WAKTU, yg mana setiap tarikan nafas mereka selama satu minggu itu (7 x 24 jam = 168 jam!) adalah semata2 anugerah pemberian-Nya! Dan bahwa 2 jam dari 168 jam hanyalah 1,19% dari total 100% waktu dalam hidup mereka.

4. TUHAN sendiri hadir

TUHAN menjanjikan bahwa di mana umat-Nya berkumpul di situ Ia sendiri akan hadir, karena di situlah letak Tubuh Kristus hari ini… dalam kebersatuan umat-Nya.

Mat 18:20  Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

Ya, TUHAN kita adalah TUHAN yg maha-hadir… jadi tidak perlu Anda memusingkan bagaimana TUHAN akan membelah diri-Nya untuk hadir dalam JUTAAN kebaktian gereja di seluruh dunia pada waktu yg sama. Lantas apakah janji itu masih berlaku sampai sekarang? Jawabannya: “Tentu saja!”

Mat 28:19  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
Mat 28:20  dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.

5. Memuji dan Memuliakan Pencipta Anda dan semesta Alam

“Gak penting banget sih… TUHAN itu gak perlu kita puji2 juga udah termuliakan dengan sendirinya!”

Gini d bro/sis… siapa sih kita ini klo dibandingkan dengan Nabi-nabi pendahulu kita yg JELAS-JELAS SUDAH BERKENAN di hadapan TUHAN? Nah, klo mereka2 yg udh level “tangan kanan TUHAN” yg pasti masuk Surga saja MASIH MERASA PERLU memuliakan TUHAN, apakah kita bukan “gak tau diri” namanya klo ttp cuek ‘n tenang2 aja?

Psa 22:22  (22-23) Aku akan memasyhurkan nama-Mu kepada saudara-saudaraku dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaah:
Psa 22:23  (22-24) kamu yang takut akan TUHAN, pujilah Dia, hai segenap anak cucu Yakub, muliakanlah Dia, dan gentarlah terhadap Dia, hai segenap anak cucu Israel!

Melalui puji-pujian itu juga kita mewujudkan/menyatakan pengakuan kita akan keagungan dan kemuliaan-Nya. Dengan secara sadar memilih untuk TIDAK memuji TUHAN (malas nyanyi/malu dilihat orang/datang sengaja pas waktu khotbah doank/dsb), Anda secara tidak langsung telah menyangkal Dia di hadapan manusia…

Mat 10:32  Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.
Mat 10:33  Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.

Leaving church? Think again...

Leaving church? Think again...

6. TAAT Terhadap Apa yang TUHAN kehendaki

Ironi dunia yg semakin sekuler ini adalah tatkala orang-orang melakukan sesuatu yg religius dipandang sebagai sesuatu yg “aneh”, “janggal”, “tidak praktikal”, atau bahkan “extremist”/”radicalist”. Dunia ini sudah terlalu jauh terkontamitasi oleh materialisme (harta, jabatan, makanan, seks, dsb.) sehingga apa yg esensinya menjadi kebutuhan utama kita sebagai satu2nya makhluk TUHAN yg spiritual (hewan dan tumbuhan tidak spiritual!) malah dipandang sebagai kebutuhan lapis terakhir yg muluk/mengawang2 dan tidak perlu mendapatkan prioritas.

Heb 10:24  Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.
Heb 10:25  Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Saya paham perasaan Anda ketika satu per satu teman dan kolega Anda meninggalkan gereja. Saya pernah di posisi itu. Beberapa minggu setelahnya mungkin Anda masih ke gereja untuk sekedar “menjaga muka”, namun dalam hati kecil Anda mulai resah dan mempertanyakan tindakan Anda tsb. “A, B, dan C saja sudah tidak mau ke gereja lagi. Kalau saya masih tetap ke gereja… apa kata mereka di belakang saya?” atau “Saya merasa seperti orang bodoh/naif/sok suci dibandingkan dengan kawan2 saya yg sudah lebih realist dan praktikal.” Lambat laun Anda pun meninggalkan gereja dan membuat “excuses” menggunakan hari Minggu Anda untuk hal2 yg “lebih penting/berguna/produktif”.

Jika ini adalah kasus Anda, saya sungguh berharap dua ayat dari kitab Ibrani di atas dapat berarti sssuatu bagi Anda.

7. Memberi Makan Jiwa Kita

“Bah… makin ngawur lo bro, emangnya jiwa perlu makan??”

YA! Dan justru makanan jiwa inilah yg sanggup membawa kita kepada keselamatan kekal, dan bukan makanan tubuh jasmani/dunia!

Mat 4:4  Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.
________________________

1Pe 2:2  Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,
________________________

Joh 6:27  Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.”
________________________

Heb 2:3  bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya,

Jika kita gabungkan keempat ayat di atas, maka “makanan jiwa” kita adalah berupa FIRMAN YANG MURNI yg dengan sinarnya dapat mencerahkan hati dan pikiran kita, menggerakkan kita untuk melakukan segala yg berkenan bagi Allah, dan akhirnya membawa kita kepada keselamatan kekal.

8. Membuat Iman Bertumbuh Semaksimal Mungkin

Rom 10:17  Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
____________________________

2Pe 1:5  Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, 
2Pe 1:6  dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, 
2Pe 1:7  dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. 
2Pe 1:8  Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Ayat di atas menunjukkan tahapan-tahapan iman yg TIDAK instant. Setelah Anda berhasil pada tahap yg satu, baru Anda dapat melanjutkan ke tahap yg berikutnya… dan bisa Anda lihat, induk dari semua tahap-tahap tsb. adalah IMAN.

“Tapi bro… iman tanpa perbuatan adalah mati! (Yakobus 2:26)”, Anda menyanggah.

Betul kawan, tapi percayalah tidak akan pernah ada perbuatan jika tidak ada iman yg mendasari.

“Iman gak butuh banyak2 bro… sebiji sesawi aja udah bisa mindahin gunung! (Matius 17:20)”, sanggah Anda lagi.

Pertanyaannya adalah, sebagaimana bersar/kecil-kah iman yg “sebesar biji sesawi” itu? Apa tolok ukurnya kalau Anda sudah memiliki iman sebesar biji sesawi? Memindahkan gunung? Jika ya, sudah mampukah Anda memindahkan gunung dengan iman Anda?

9. Mempersenjatai Diri Melawan si Jahat

Hari-hari ini “musuh yg tidak kasat mata” bukanlah bualan omong kosong belaka… Mereka nyata adanya, meskipun tidak kelihatan. Sekulerisme dan materialisme merajalela dalam wujud2 yg  sekilas tampak “aman” dan “tidak berbahaya”, seperti misalnya: ajaran new-age bertemakan “God is within you” yg sangat populer pada dekade terakhir ini, meninggalkan gereja “demi bisnis”, ke gereja “supaya bisnis lancar”, iklan komersial di media yg semuanya membuat kita fokus pada kebutuhan jasmani dan terlena akan esensi rohani/spiritual kita, dan lain sebagainya.

Saya pribadi telah dan masih terus menyaksikan orang-orang jatuh KARENA TIDAK SIAP SECARA ROHANI terbawa dan menjadi satu dengan dunia, padahal sebelumnya sangat rohani. Lantas harus bagaimana agar siap?

Eph 6:11  Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;
Eph 6:12  karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
___________________

Eph 6:16  dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,
Eph 6:17  dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,

Back to church...

Let us all go back to church 😀

Adalah merupakan kerinduan besar bagi saya (dan TUHAN kita Yesus Kristus) menyaksikan kembalinya saudara-saudara sekalian ke gereja di mana iman saudara bisa bertumbuh maksimal. Saya yakin percaya dalam pergumulan ini tidak ada satu pun yg mampu menggerakkan ataupun menghentikan saudara kecuali diri saudara sendiri.

Sampai jumpa di Rumah TUHAN!

Like it? Share it.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *