White Vengeance (2011) – The Battle of Two Counsellors

12 Jan

Setelah kemarin (Rabu, 11/01) Jakarta diguyur hujan seharian… akhirnya hari ini ksampean juga nonton White Vengeance. Sengaja memilih lokasi di Pluit Junction biar gak usah nyeberang buat ngambil motor pas pulangnya takut kehujanan (biasanya nonton di Emporium, parkir di Pluit Junction). Duduk di tempat duduk favorite C8, kalibrasi tinggi yg sejajar layar dan posisi tengah persis, rasanya siap ikut larut dalam pertempuran hebat yg tampaknya jadi menu suguhan utama film ini.

White Vengeance (2011)

White Vengeance (2011)

Film ini menceritakan ttg dua sahabat, Xiang Yu (Feng Shao-feng) dan Liu Bang (Leon Lai) yg bertemu saat sama2 menjalankan misi kelompok masing2 untuk membunuh raja dinasti Qin, Keduanya saling respect dan kemudian mengangkat saudara dalam perang. Kebetulan Xiang Yu mendapat posisi lebih tinggi dan demikianlah Liu Bang dipercaya menjadi tangan kanannya.

Keakraban dan kehebatan keduanya di medan perang membuat atasan mereka, Raja Huai II dari Chu, takut kehilangan posisinya sehingga, atas rekomendasi tiga dewi penasehat, memutuskan untuk mengadu domba Xiang Yu dan Liu Bang. Dikeluarkanlah dekrit bhw siapa yg terlebih dahulu menaklukkan kota Xian Yang akan dinobatkan menjadi penguasa (mendapatkan stempel kerajaan Qin, klo gak salah). Benar saja, Xiang Yu termakan plot ini dan, dengan advantage sbg atasan, akhirnya mengirim Liu Bang dalam misi “dummy” mengantarkan kekasihnya Yu Ji (si cantik Liu Yi Fei) agar tidak perlu bersaing dengannya.

Dalam perjalanan mengantar Yu Ji, Liu Bang yg dlm film digambarkan plin-plan namun berhati mulia, disadarkan oleh saudara2 seperjuangannya bhw dia lah harapan satu2nya yg bisa membebaskan rakyat dari penderitaan (tirani Qin jika digantikan tirani Xiang Yu hasilnya akan sama saja). Akhirnya Liu Bang pun setuju untuk kembali ikut berkompetisi merebut kota Xian Yang terlebih dahulu agar Xiang Yu tidak menjadi penguasa. Tidak disangka2… dalam perjalanan mereka bertemu dengan Zhang Liang (Zhang Han Yu), seorang ahli permainan strategi “Weiqi” (mirip Othello), yg sering menggelar pertandingan simultan melawan 10+ penduduk setempat sekaligus (wow!) dan selalu memenangi semuanya. Singkat cerita, Zhang Liang akhirnya menjadi penasehat Liu Bang. Selain itu, Liu Bang juga disambangi oleh Han Xin (Andy On) yg kemampuan pedangnya mampu menandingi Fan Kuai dan Xiao He, dua bodyguard kepercayaan Liu Bang, sekaligus.

Di pihak lain, ternyata Xiang Yu pun memiliki penasehat luar biasa yg sudah sepuh bernama Fan Zeng (Anthony Wong). Fan Zeng sudah mengabdi selama tiga generasi keluarga Xiang (berarti sejak zaman kakeknya Xiang Yu) dan selalu berhasil memecahkan masalah yg dihadapi dgn elegant. Selain itu, di film ini digambarkan bahwa ahli permainan Weiqi yg benar2 tak tertandingi adalah Fan Zeng seorang. Atas nasehat Fan Zeng, Xiang Yu mengundang Liu Bang dalam Perjamuan Hongmen –sebuah perangkap yg sudah disiapkan untuk membunuh Liu Bang dan seluruh antek2nya. Liu Bang, dengan nasehat Zhang Liang, mendahului tiba di Hongmen untuk menyiapkan anti-trap nya yaitu meletakkan pedang2 mereka di atas atap karena tahu begitu tiba besok senjata mereka akan langsung dilucuti sebagai alasan “keamanan” Perjamuan Hongmen.

Di Perjamuan Hongmen inilah meledak KLIMAKS dari film ini, yaitu pertandingan Weiqi antara Zhang Liang dan Fan Zeng dalam 5 set simultan. Detailnya terlalu seru untuk tidak ditonton sendiri… so gue skip aj, dan langsung menceritakan akhir nya, yaitu Fan Zeng memenangi 4 set dan 1 set sisanya belum sempat dimainkan karena suasana keburu memanas (Zhang Liang samp muntah darah, sandera yg anak buah Liu Bang disiksa hampir mati, dsb) dan mereka bertarung fisik. Kelompok Liu Bang pun kalah di sini dan Liu Bang hampir saja kehilangan kepalanya, ketika Han Xin tiba2 menyerbu masuk dgn kudanya, membawa titah dari Raja Chu bhw Liu Bang tidak boleh dibunuh. Xiang Yu setuju dengan syarat Liu Bang harus membunuh penasehatnya, Zhang Liang. Ketika Liu Bang mengayunkan pedangnya, Xiang Yu merangsek maju mencegahnya… ternyata dia hanya mau membuat Zhang Liang membenci Liu Bang dan menjadikan Zhang Liang penasehatnya sendiri. Btw, 1-0 untuk Fan Zeng.

Dengan kecerdasannya, Zhang Liang di dalam internal Xiang pun berpolitik. Dia berhasil membuat Xiang Yu teramat sangat percaya padanya dan mulai meragukan Fan Zeng yg sudah tua renta. Singkatnya lagi, Fan Zeng pun diusir dari posisi penasehat Xiang Yu dan hidup merana di pinggir kota menghabiskan hari tuanya. Zhang Liang berhasil menyamakan posisi, 1-1.

Sebelum pergi, Fan Zeng meninggalkan “wasiat” kepada Xiang Yu, dengan pesan “hanya boleh dibuka jika kamu dalam keadaan bahaya atau hampir mati”. Di penghujung film, ternyata “wasiat” itu adalah desperation move sekaligus langkah skakmat nya Fan Zeng. Apa isinya? Nonton sendiri yah… tp gue kasihtau aj outcome nya yaitu: Liu Bang kehilangan seluruh orang2 kepercayaannya (tewas semua) dan walaupun menjadi raja, Liu Bang hidup sangat merana. Posisi 2-1 untuk Fan Zeng yg sudah terlebih dahulu meninggal di pelukan Zhang Liang (dalam pertandingan Weiqi terakhir mereka, set ke-5 melanjutkan yg di Perjamuan Hongmen) sebelum semua itu terjadi. Namun apakah posisi itu (2-1 untuk Fan Zeng) adalah hasil akhirnya?

Menurut gue tidak, karena di akhir film ternyata Zhang Liang berhasil lolos dari maut dan masih hidup untuk menceritakan kisah ini kepada peziarah2 napak tilas Perjamuan Hongmen. Karena tujuan Fan Zeng tidak sepenuhnya tercapai (Zhang Liang masih hidup) maka gue berikan point terakhir untuk Zhang Liang sehingga kedudukan akhir adalah 2-2.

Overall, film ini gue kasih rating 9/10. Kalian yg demen film2 “otak” pasti akan tergila2 dengan White Vengeance. Kalian yg suka action mungkin akan agak kecewa karena action flicks nya bukan hanya tidak sebanyak film2 silat pada umumnya, tapi juga pada koreografi martial arts nya tidak ada yg special. Cast juga sempurna menurut gue karena semua peran dimainkan dgn sangat baik dan tanpa cacat oleh aktor/aktris terpilih. Sutradara juga sangat mumpuni dalam mengarahkan sehingga tidak ada satu pun dialog “garing” dan awkward moment di film ini… semua detail mengalir sempurna.

Akhir kata, this is A MUST WATCH if you’re a fan of oriental movies, Compared to the late “The Flying Swords of Dragon Gate” (2011, Jet Li) yg juga masih tayang di jaringan bioskop 21, White Vengeance unggul segala2nya. Don’t freakin’ miss it!

Like it? Share it.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *