Orang Kristen Otomatis Pasti Masuk Surga? PeDe Amat…

27 Dec

Banyak dari kita umat percaya mahfum bahwa dengan menjadi Kristen/Katolik kita SUDAH PASTI/OTOMATIS ke Surga.

Benarkah demikian? Mari kita kita telaah…

saved-by-grace

1. Pertama-tama kita buka ayat yg menjadi tiang penopang mereka yg meyakini/mengajarkan ini yaitu Efesus 2:8

Eph 2:8 (ITB) Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,

Eph 2:8 (KJV)  For by grace you are saved through faith, and that not of yourselves, (it is) the gift of God,

“BUKAN hasil usahamu” adalah frase kunci di sini, paling tidak bagi mereka yg menggunakan potongan ayat ini sebagai senjata utk meninabobokan umat selama berabad-abad.

Meninabobokan?

Saya katakan ya! Karena sebagian besar yg telah mendengar ayat ini (tanpa dijelaskan maknanya atau mempelajari ayat” selanjutnya) BERANGGAPAN bahwa sekalipun mereka bertindak sesuka hati, lompat ke sana-ke sini ala Kera Sakti… asalkan mereka “mengimani” kasih karunia Allah dan Yesus Kristus sebagai juru selamat… pada akhirnya mereka akan lolos melenggang-kangkung ke Surga saat hari penghakiman!

Pernahkah Saudara melihat kelakuan umat Kristen, bahkan Kristen hard-core macam aktivis, pengerja, pendoa syafaat, putera/puteri altar, koor, worship leader, atau bahkan pendeta/pastor… yg lebih buruk dari seorang atheist? Contoh saja, seperti: menyela barisan, memaki-maki pembantu/sopir/waiter/orangtua seperti binatang, menyogok uang/barang, mengadu-domba, menyiasati pembayaran pajak sekecil”nya, bergosip kanan-kiri-depan-belakang, memfitnah rekan kerja, ketemu barang hilang tidak dikembalikan malah jadi hak milik, memukuli pacar/istri, mencaplok proyek/rejeki orang dengan bersiasat, mendoakan orang lain agar celaka, mencontek/plagiat, berselingkuh, membalas dendam, dan lain sebagainya.

Sebagian besar, kalau bukan semua, dari mereka merasa tenang” saja melanjutkan hidup tanpa rasa bersalah.. tetap memberi perpuluhan/persembahan.. tetap setiap Minggu datang beribadah dengan khusyuk ke gereja.. berdoa, memanjatkan pujian, atau bahkan berbahasa roh sampai haru-biru berlinang air mata.. namun hari Senin s/d Sabtu nya dihabiskan melanjutkan lagi kelakuannya sesuka hati. “Toh keselamatan itu BY GRACE!” pikir mereka. “Saya tidak perlu bersusah-payah hidup benar, karena pada akhirnya TUHAN pasti meloloskan saya masuk kerajaan-Nya karena saya ini anak-Nya (sudah dibaptis)”.

Betapa dangkalnya, Saudara…

Andai saja mereka membaca dua ayat lebih jauh… mereka akan malu menemukan kebenaran sesungguhnya yg dimaksudkan Tuhan dalam ayat tsb.:

Eph 2:10 (ITB) Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Eph 2:10 (KJV) For we are His workmanship, created in Christ Jesus to good works, which God has before ordained that we should walk in them.

Jelas di sini bahwa perbuatan baik itu expected dan bahkan REQUIRED from us, umat percaya.. karena Allah sendiri yg menginginkannya sebagai TUJUAN hidup kita yg telah Ia persiapkan! (garisbawahi kata “DICIPTAKAN UNTUK“)

2. Selanjutnya mari kita tengok bagaimana orang” yg kita pikir qualified utk masuk kerajaan Surga… ternyata TIDAK, menurut standard Yesus. Utk itu kita buka Matius 7:21.

Mat 7:21 (ITB) Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 

Mat 7:21 (KJV)  Not everyone who says to Me, Lord! Lord! shall enter the kingdom of Heaven, but he who does the will of My Father in Heaven. 

Kategori pertama adalah kita sendiri, umat percaya (siapa lagi yg mengaku dan berseru kepada Yesus “Tuhan, Tuhan!” kalau bukan kita umat Kristiani?) Apakah Anda melihat apa yg dipermasalahkan Yesus di sini?

Hanya melakukan hal yg superficial saja (dibaptis, berdoa siang-malam, mengimani Tuhan sebagai Allah dan Yesus Kristus sebagai juru selamat) TIDAK SERTA-MERTA membuat kita qualified sebagai warga kerajaan Allah! Lantas? Yang membuat kita qualified adalah: JIKA kita melakukan kehendak Bapa yang di Surga! Kita dituntut utk hands-on, karena iman tanpa perbuatan adalah mati (Yak 2:26),

Lalu ada lagi kategori lebih spesifik yg dibahas pada dua ayat selanjutnya:

Mat 7:22 (ITB) Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
Mat 7:23 (ITB) Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Mat 7:22 (KJV) Many will say to Me in that day, Lord! Lord! Did we not prophesy in Your name, and through Your name throw out demons, and through Your name do many wonderful works?
Mat 7:23 (KJV) And then I will say to them I never knew you! Depart from Me, those working lawlessness!

Bernubuat, mengusir setan, dan mengadakan banyak mujizat DEMI NAMA TUHAN… Whew! Mereka ini jelas bukan orang sembarangan, saudara! Jelas bukan dukun, ahli feng-shui, atau cenayang yg sering masuk TV… karena ketiga yg saya sebut ini tidak melakukannya ‘demi nama Tuhan’. Lalu siapa yg dimaksud pada ayat 22 di atas? Tentu tidak lain dan tidak bukan adalah pendeta-pendeta besar dan pastor-pastor/romo-romo nomor wahid di seantero jagad!

Tidakkah ini MENGERIKAN, Saudara?

Jika para hamba Tuhan yg sebesar dan sehebat itu saja DIHEMPASKAN Yesus seperti daun layu… APALAGI KITA yg hanya seonggok umat di gereja megah dan mewah bak istana milik mereka???

Well, jangan dulu berkecil hati… Kabar baiknya (buat kita, paling tidak) adalah bagaimana Tuhan memanggil mereka sebagai ‘pembuat kejahatan’. Loh, koq bisa, para teladan yg luar biasa ini disebut penjahat?

Mengapa tidak? Menilik pada ayat sebelumnya (ayat 21), mereka-mereka ini pastilah TIDAK melakukan kehendak Bapa yg di Surga. Hanya Tuhan-lah yg tahu jika ternyata mereka ini sesungguhnya melakukan semua hal di atas untuk memuliakan dirinya sendiri (terkenal, nama besar).. atau untuk memenuhi hasrat duniawi (mengumpulkan harta dari ketenaran).. atau tujuan-ambisi pribadi lain yg semakin jauh dari rencana Allah.

Lantas bagaimana kita harus bersikap di dunia ini agar berkenan di hadapan Tuhan semesta alam? Bocorannya ada di ayat yg berikutnya:

Mat 7:24 (ITB)  “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. 
Mat 7:26 (ITB) Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.

Mat 7:24 (KJV) Therefore whoever hears these sayings of Mine, and does them, I will liken him to a wise man who built his house on a rock.
Mat 7:26  (KJV) And everyone who hears these sayings of Mine and does not do them shall be compared to a foolish man who built his house on the sand.

Jelas being ignorant / bersikap masa bodoh terhadap kehendak Bapa adalah tidak bijaksana, kecuali memang Anda berencana menghabiskan kekekalan di alam maut yg penuh ratap dan kertak gigi (Mat 22:13). JANGAN TERLALU SANTAI, saudara… hidup Anda sedang dinilai…

3.  Jangan lupakan di mana posisi kita dalam skenario penebusan Tuhan: yang ditebus! Dan hey, ada konsekuensi untuk itu!

Rom 8:12 (ITB) Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging.

Rom 8:12 (KJV) Therefore, brothers, we are not debtors to the flesh, to live according to the flesh.

KITA ADALAH ORANG BERHUTANG, Saudara!

Berhutang kepada siapa? Tentu kepada Sang Penebus! Dosa-dosa Anda dan saya telah ditebus-Nya, Ia telah MEMBAYAR LUNAS harganya! Ini menyisakan kita hutang –dan sebagaimana semua hutang di dunia ini pada hakekatnya, hutang ini pun HARUS DIBAYAR. Tapi dengan cara apa kita membayarnya?

Rom 8:13 (ITB) Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

Rom 8:13 (KJV) For if you live according to the flesh, you shall die. But if you through the Spirit mortify the deeds of the body, you shall live.

Dengan  TIDAK hidup menurut daging, MEMATIKAN perbuatan-perbuatan tubuh dan hidup menurut Roh!

Tidak bisa kita enak-enak saja memaki orang seturut emosi, menindas yang lemah, bercinta dengan yg bukan pasangan sah kita, menipu, memperkaya diri, berfoya-foya, dsb. hidup sesuai hasrat di perut dan mata –dan berharap hutang kita terbayar lunas dengan sendirinya, by granted. Bukan begitu cara kerjanya, Saudara! Pelunasan hutang kita itu harus kita kerjakan sendiri, dan hanya terjadi jika kita hidup menurut Roh dan meneladani Yesus Kristus di dalam prosesnya.

Mengapa harus susah-susah begitu? Bukankah kita sudah anak Allah begitu kita dibaptis?

Rom 8:14 (ITB) Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

Rom 8:14 (KJV) For as many as are led by the Spirit of God, they are the sons of God.

Maaf mengecewakan.. tapi jawabannya BELUM, Saudara! Membaca definisi dari ayat 14 di atas, kita hanya bisa disebut anak Allah JIKA DAN HANYA JIKA hidup kita dipimpin oleh Roh Allah! So, jika kita hidup seenaknya saja seturut daging, jangan bilang Tuhan Allah kita kejam ketika kita bertemu Dia di kekekalan nanti Ia tidak mengakui kita sebagai anak dan malah menghardik dengan suara menggelegar “Aku tidak mengenal engkau!!”

Sepanjang hidup kita masih dipimpin oleh daging dan bukan oleh Roh, kita BELUM dilayakkan untuk menyandang predikat sebagai  ‘anak Allah’. Jangan terlalu PD, Saudara…

4. Refleksikan diri Anda jika dibandingkan dengan Paulus murid Yesus. Apakah menurut Anda, hidup Anda sudah lebih benar bagi Allah daripada Paulus? Lalu renungkan ayat berikut ini:

2Co 5:9 (ITB) Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya. 

2Co 5:9 (KJV) Therefore we labour, that, whether present or absent,  we may be accepted of him.

Kitab ini ditulis oleh Paulus… dan perhatikan bagaimana pandangan Paulus mengenai kelayakan/keberkenanan dirinya di hadapan Allah:

Paulus saja masih merasa perlu untuk BERUSAHA BERKENAN! Bayangkan… itu kaliber Paulus, salah satu murid langsung Yesus yg paling tersohor! Lucu sekali kekristenan hari ini dengan pongah memandang diri lebih hebat dari Paulus sehingga tidak perlu untuk berusaha berkenan, at all, melainkan tinggal klaim/tuntut saja janji-janji Allah di Alkitab!

Rom 8:17 (ITB) Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Rom 8:17 (KJV) And if we are children, then we are heirs; heirs of God and joint-heirs with Christ; so that if we suffer with Him, we may also be glorified together.

Perhatikan baik-baik dan buka lebar-lebar mata Saudara… pada ayat di atas terdapat frase prasyarat (pre-qualification) yang jelas dan gamblang: JIKA KITA MENDERITA BERSAMA-SAMA DENGAN DIA!

Helloooo..???

Mengapa anak kalimat yg se-krusial ini DISEMBUNYIKAN pada khotbah-khotbah di mimbar-mimbar gereja hari ini (hanya gembar-or soal ‘ahli waris’ dan ‘berhak menerima janji-janji Allah’ saja)?? Menderita dulu, baru dipermuliakan, Saudara! Laksanakan dulu kewajiban baru menuntut hak!! TAHU DIRI lah sedikit, siapalah kita berhak menuntut/mengklaim ini dan itu dari Tuhan raja semesta alam, terlebih lagi dengan bersiasat: pura-pura menutup mata pada apa yg jelas-jelas Tuhan tuntut dari kita terlebih dahulu!

5. Tidak mungkin mudah/murah untuk memperoleh sesuatu yg bernilai, terlebih hidup kekal dalam kemuliaan —the ultimate gift. Kalau hanya berbekal aliran air di dahi / menyelam di kolam (ritual baptis di Katolik/Kristen) saja kita bisa beroleh keselamatan kekal, neraka pastinya akan kosong melompong! Semua makhluk di bumi ini tinggal mengantri saja berduyun-duyun untuk dibaptis, lalu setelah itu bebas memperkosa, membunuh, menganiaya, menipu, dan lain-lain sepuas-puasnya TANPA pernah harus mempertanggungjawabkannya –lalu ketika meninggal langsung masuk jalan tol premium VIP menuju Surga.

How ridiculous! Terutama karena Tuhan Yesus sendiri sudah menggambarkannya demikian:

Mat 7:13 (ITB) Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;
Mat 7:14 (ITB) karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”

Mat 7:13 (KJV) Go in through the narrow gate, for wide is the gate and broad is the way that leads to destruction, and many there are who go in through it.
Mat 7:14 (KJV) Because narrow is the gate and constricted is the way which leads to life, and there are few who find it.

Jalan yg lapang dan mudah itu sudah dipilih oleh anak-anak dunia, dan kita tahu (walaupun sering pura-pura tidak tahu) ke mana mereka berbondong-bondong akan bermuara. Mengikut Yesus adalah pilihan yang SULIT, sehingga tidaklah heran jika sering diistilahkan sebagai MEMIKUL SALIB… karena memang berat dan tidak mudah. Namun itulah jalan yg sempit, yg mana kita harus berdesak-desakan di dalamnya, melawan arus dunia yg deras, tapi berujung pada kehidupan.

Kesimpulan:

Sekalipun keselamatan itu sendiri nantinya merupakan anugerah dari Yang Kuasa, namun terdapat satu syarat mutlak utk mendapatkannya: kita DITUNTUT (sebagai orang berhutang) untuk sebaik mungkin melayakkan/memantaskan diri untuk menerimanya. Dan bagaimana kita melakukan itu? Tentu dengan hidup menurut Roh dan BERUSAHA BERKENAN di hadapan-Nya setiap waktu 24/7/365.

Akhir kata, semoga tulisan ini membawa sedikit angin segar di tengah hingar-bingar kekristenan hari ini yg semakin melenakan dengan tema-tema bombastis kemakmuran, kesembuhan, kelimpahan berkat, dan melupakan esensi dari ajaran Yesus Kristus sendiri (hidup menurut Roh, berusaha berkenan bagi Bapa) karena tidak populer.

Merry Christmas… and God bless! 😀

Like it? Share it.

One thought on “Orang Kristen Otomatis Pasti Masuk Surga? PeDe Amat…

  1. Kkristen katanya berhutang kepada sang krisus penebus dosa, hutang harus dibayar dengan mengikuti krsistus, tapi kalau orang kristen hidupnya penuh dosa dan tdk mengikuti kristus apakah tetap PASTI masuk surga?…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *