[Movie Review] Flight, Mama, The Grandmaster

23 Feb

flight-poster

THE FLIGHT – Denzel Washington kembali bermain watak, kali ini sbg alcoholic pilot yg walaupun secara heroik menyelamatkan ratusan penumpang, tidak begitu saja dilepaskan oleh hukum yg coba menjeratnya.

**Spoiler Alert** Adegan memorable buat gw di film ini adalah ketika usai diselamatkan oleh tmn”nya dan drug dealer langganannya utk bisa menghadiri sidang, melody ‘With A Little Help from My Friends’ nya THE BEATLES mengalun di dalam elevator.. asli bikin nyengir xD Peran pembantu jg dieksekusi dgn baik sekali oleh Kelly Reilly sbg Nicole, cinta lokasi sang pilot di RS yg juga seorang addict (drugs), namun bertekad kuat utk pulih. **Spoiler End**

Drama aksi yg luar biasa di ruang cockpit dan eksekusi apik drama persidangan membawa film ini overall a great drama tentang HATI NURANI. Rating 8/10.

MAMA_31_5_Promo_4C_4.indd

MAMA – Lihat trailer nya yg diputar berulang” sepanjang bbrp minggu terakhir di jaringan 21 maupun Blitz sedikit pun gak menggugah gw utk membeli tiketnya. Tp apa daya akhirnya gw beli jg setelah membaca sejumlah review 8-10 bintang di imdb.

Jessica Chastain betul” merebut perhatian gw dgn perannya sbg Annabel. Bukan hanya krn makeup dan wardrobe nya yg mengingatkan pd vocalist sexy Cranberries Dolores O’Riordan, namun eksekusinya sbg musisi rock garasi yg pelan” bertransformasi sbg sosok ibu pengayom patut diacungi jempol.

**Spoiler Alert** Gw agak terganggu dgn plot film ini yg kurang make sense, terutama di bagian akhir cerita ketika ‘Mama’ berusaha membawa Victoria dan Lily ke alam kubur. Loh, klo segitu posesifnya kenapa gak dari awal aja diembat tuh anak” waktu masih tinggal di kabin?? Alasan semata” ‘karena jealous’ terlalu ringan menurut gw… Satu lagi adlh sosok Ayah yg tau” nongol di mimpi minta kedua anaknya utk diselamatkan. Klo memang hal spt itu bisa dilakukan, bukankah lebih bijak jika dalam 5 tahun menghilangnya anak” itu si Ayah bisa tinggal muncul di mimpi dan memberitahu posisi anak” tsb? **Spoiler End**

Well, bad things aside, film ini pretty much enjoyable. Spookines dan kejutan” horror nya masih sangat worth the ride. Rating: 7.5/10.

the-grandmaster-poster

THE GRANDMASTER – buat yg udh menanti”kan film ini bertahun” spt gw, bersiap”lah.. krn film ini akan membuat u bertekuk lutut… meratap!! Tp sebelum kita masuk ke sana, harap dicatat bhw konon SEMUA FIGHTING SCENES di sini 99% accurate & realistic!

Yg paling gila adalah Baguazhang nya Gong Er (Zhang Zi Yi) yg harus gw kasih 4 jempol krn akhirnya di film ini kita bisa menyaksikan bagaimana implementasi Baguazhang yg melingkar dalam pertarungan nyata (a whole different dimension than portrayed in IP MAN 2 (2010)’s Wing Chun vs Baguazhang). Baguazhang vs Xingyiquan nya setara lah dgn versi nya THE ONE (2001)’s Gabe vs Yulaw.

Wing Chun nya juga zero-bullshit, no-nonsense ky Donnie Yen’s yg, imho, terlalu perkasa dgn minimum interception / block. Di sini selain Wing Chun nya lebih realistis –dgn didominasi block dan interception (bong sao, pak sao, etc.), pengambilan gambar yg holistic (gak impact-focus spt Donnie Yen’s) bakal lebih bisa dinikmati audience martial artists, terutama praktisi Wing Chun.

Now on to the bad sides…

Terjadi pergeseran fokus dr Ip Man ke Gong Er di tengah” film dan fokus hampir tidak kembali lagi sampai akhir film! Dan yg paling mengganggu, tentu saja, adalah: ART WORKS dari sang director Wong Kar Wai, sodara”! Spt sdh gw wanti” di post” sebelumnya, director Wong is all about art! Bersiaplah menyaksikan segudang macro-zoom in slow-motion (kepulan asap, butiran salju, cipratan air, dsb), dialog” surga ala Shakespeare, dan alunan musik seriosa klasik –yg semuanya secara konsisten ditunjukkan Wong di karya”nya spt 2046 (2004) dan IN THE MOOD OF LOVE (2000).

Ada lagi ‘pengecilan peran’ yg layak disesalkan, spt Song Hye Kyo sbg istri Ip Man, tp hanya mendapat jatah 1-liner dialog throughout the entire movie! (yg membuat Song ngambek gak mao datang ke premiere nya di HK.. bayangin aja artist sekaliber Song dilibatkan masa produksi 5 thn tp akhirnya dpt dialog CUMA 1 BARIS!). Karakter “the Razor” juga gak jelas tau” muncul tau” hilang, ky gak ada penting”nya di film (bahkan gw smpt kesaru dengan karakter Ma San) –padahal harusnya dgn peran dia sbg GM Bajiquan, porsi dia gak mungkin cuma 5 menit –apalagi mukanya dia yg nongol di poster film ini, bukannya Ma San.

Ok sekarang KABAR BAIKNYA: gw dpt kabar bhw original cut film ini aslinya adalah sepanjang 4 JAM LEBIH! Versi bioskop yg sedang tayang sekarang ini, yg hanya 138 menit (setengahnya!), merupakan hasil edit-kilat utk mengejar deadline screening di mainland China. Pastinya WAJIB buat nonton original cut nya begitu available biar bisa fair menilai film yg skrg tampak “setengah matang” ini.

Rate sementara: 6.5/10. Sulit dinikmati.

Like it? Share it.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *