[Movie Review] Dangerous Liaisons, Argo, Olympus Has Fallen

23 Mar

This weekend the cinema is a MUST-GO, seriously:

dangerous_liaisons-poster

DANGEROUS LIAISONS – One of the most adapted works in history, Les Liaisons Dangereuses (a French novel) by Pierre Choderlos de Laclos, akhirnya dibuat versi China nya. Dan, entah sial atau beruntung, gw menyaksikan ini TANPA terlebih dahulu membaca novel aslinya, maupun menyaksikan produksi2 adaptasi sebelumnya –which includes DANGEROUS LIAISONS (1988 –the most popular version), VALMONT (1989) dan CRUEL INTENTIONS (1999). So tanpa beban dan ekspektasi, gw coba menikmati film ini apa adanya, sebagai sebuah karya standalone kontemporer.

Bintang paling bersinar di film ini menurut gw adalah Cecilia Cheung, yg entah dengan daya magis apa, tampil sangat memikat sebagai seductress borjuis dengan senyuman iblis dan lirikan mata yg breath-taking, tidak bisa dilukiskan. Di urutan kedua ada Zhang Zi Yi yg tidak kalah brilliant mengeksekusi perannya sebagai janda lugu who’s so afraid to move on from the husband’s death. Kemudian tentu saja Jang Dong Gun (who the hell is this guy??) yg tampil mempesona bak Casanova sebagai elite playboy sejati.

Plot film ini BETUL-BETUL GILA dan DI LUAR AKAL SEHAT.. as expected from novel selegendaris itu. How the story unfolds dari menit ke menit memberikan feel tense dengan intensitas tertinggi yg bisa dicapai sebuah melodrama. Nyaris tidak ada yg bisa dicela dari film ini.. Superbly directed, artistic but not hyperly so (like Wong Kar Wai’s works), lakon yg sempurna dari pemeran-pemerannya, background music yg lembut dan indah, and everything else.. membuat gw tidak bisa menghentikan “PERFECT! PERFECT! PERFECT!” yg terus melintas di otak gw usai menyaksikan ini.

Rating: 9/10

argo-poster

ARGO – Penyabet BEST PICTURE Oscar 2013 ini rasanya berat untuk dilewatkan.. meskipun tadinya udh ilfeel krn disebut2 sbg proyek propaganda US against Iran (which feels true to some point). Jujur aja sepanjang nonton ini gw merasa film ini seolah-oleh seperti menyiapkan panggung untuk invasi US ke Iran di tahun-tahun ke depan (semoga tidak). Tak pelak, Oscar utk film ini pun menuai kritik, kontroversi dan bahkan kecaman dari berbagai belahan dunia (termasuk tuduhan pembelokan sejarah).

But AS A MOVIE, gw harus bilang film ini perform OUTSTANDING! Yg pertama harus dipuji tentu saja adalah Casting dan Make Up Artist nya, yg mencari & membuat semua pemeran 99% menyerupai sosok asli yg diperankan (yup, based on true story!) –perbandingan aktor vs aslinya di-showcase di credit akhir ketika film usai.

Lalu Ben Affleck, sebagai director dan leading role… both stellar performance! Ketegangan yg dibangun bertahap dari pertengahan film memuncak klimaks seperti orgasme di penghujung film. Nuansa dekade 70-80-an ditampilkan visual sekental mungkin mulai dari fashion sampai penyajian gambar. Menghidupkan kembali nuansa kala itu hanya bermodalkan jepretan foto lama dari media juga dieksekusi dgn sangat apik. Supporting roles semua nyaris tidak bercacat.

Kekurangan di film ini menurut gw (subjective), klo itu bisa disebut kekurangan, mungkin adalah gambarnya cenderung indie –yg probably a big turn off buat beberapa kalangan penikmat film, lalu dialog-dialog superficial dan sukar dicerna di sana-sini, dan terakhir tentu saja propaganda anti-Islam nya.

Rating: 8.5/10

olympus_has_fallen_poster

OLYMPUS HAS FALLEN – Die Hard in the White House.. itulah yg terlintas di benak gw usai menyaksikan yg satu ini.

Buat penikmat action sejati, cowo-cowo nih terutama, kayanya DOSA BESAR klo weekend ini gak menyaksikan OHF. Bagaimana sebuah kelompok terrorist global meluluhlantakkan Gedung Putih, simbol kedigdayaan negara (supposedly) terkuat di dunia, bukanlah pemandangan yg setiap hari bisa kita saksikan. Jujur dengan rating hanya 6.7 di imdb dan trailer-nya yg cheesy at best, membuat gw caught off-guard, gak menyangka akan disuguhkan NON-STOP, HIGH-OCTANE ACTIONS dari menit kesepuluh sampai akhir film!!

Morgan Freeman kembali berperan sebagai the President of the United States, walaupun hanya ad-interim (acting President)… setelah perannya sebagai President Tom Beck di DEEP IMPACT (1998). Gerald Butler.. brilliant executor of the one-man-army, Mike Banning, gw tempatkan selevel dgn Bruce Willis (John McClane) di franchise Die Hard. Bare-knuckle maupun armed combat nya very well executed. **SPOILER ALERT!** Final fight scene nya MMA vs Taekwondo (I think) walaupun sebentar, berjalan keren banget dengan finishing touch flying armbar by Banning (Buttler)… SWEET! **SPOILER END**

Yg kurang dari film ini adalah bertaburannya cheesy, corny dialog di sana-sini di sepanjang film, some crazy plot holes (taking down the White House in 13 minutes, banishing the entire US Secret Service like taking a candy off a little kid), dan Aaron Eckhart of course!! A big turn-down already Eckhart bermain sebagai orang biasa.. let alone as the President of the US! Terbukti di final speech sang President yg sangat mentah, tidak berwibawa, dan dibawakan layaknya monolog sederhana di panggung teater rakyat!

Rating: 8/10

Final Verdict: Weekend ini MESTI, KUDU, WAJIB, HARUS, MUTLAK Anda melenggang ke bioskop!! Penggila action bisa tegang setegang-tegangnya dengan OLYMPUS HAS FALLEN, penikmat drama akan dimanjakan dengan roller-coster ride dari DANGEROUS LIAISONS, dan yg berdiri di tengah-tengah yaitu penyuka action-drama tidak akan salah pilih dengan Oscar-winner ARGO. Happy weekend!

Like it? Share it.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *